Beras dari Olahan Sagu dan Singkong

Tuesday, 4 June 2013     (hits 1287)

Bisnis Pertanian

Hasil olahan sagu dan singkong, ternyata dapat menghasilkan rasa makanan yang gurih loh. Inovasi ini diciptakan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Universitas Andalas demi memenuhi kebutuhan pangan yang makin mahal.

Inovasi baru bahan makanan sagu yang diolah dengan sedikit sentuhan teknologi ini nantinya diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan.

Sehingga, penyediaan bahan pangan pokok lokal bagi masyarakat ini dapat memberi angin segar bagi produsen atau industri pengolahan pangan lokal skala usaha kecil dan menengah untuk tumbuh dan berkembang.

"Perpaduan bahan makanan sagu dan singkong atau talas dengan perbandingan satu banding satu yang diolah dengan sedikit sentuhan teknologi ini akan menghasilkan olahan beras sagu dengan rasa yang cukup gurih," ungkap Direktur Politani Unand Ir Deni Sorel, seperti dilansir Okezone.

Hasil olahan makanan lokal yang nantinya diperuntukkan sebagai bahan makanan pokok alternatif ini, saat ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan Politani Unand, Payakumbuh, Sumatera Barat.

Menurut Deni, ketergantungan terhadap produksi beras yang semakin tinggi seperti untuk Sumatera Barat saja sudah lebih dari 50% dari rata-rata kebutuhan, sehingga saat ini pemerintah sudah harus mencari alternatif pemenuhan pangan dari komiditi lain seperti sagu, jagung, serta ketela.

"Seperti yang kita lihat pada MoU hari ini, itu adalah mengangkat potensi sagu dan talas yang merupakan potensi dari daerah mentawai untuk kemudian diproses menjadi sebuah produk yang lebih bisa diterima oleh masyarakat tidak hanya di mentawai tapi juga disisi lain dari daerah ini sebagai sebuah alternatif untuk pemenuhan kebutuhan pangan," jelasnya.

Krisis pangan, khususnya beras, dewasa ini telah membuka mata akan pentingnya keanekaragaman pangan sumber karbohidrat seperti sagu. Pengembangan sagu yang merupakan komoditi lokal sebagai alternatif kebutuhan pangan ini didukung penuh oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PKKP) BKP Kementan Sri Sulihanti menyebutkan, sebagai penghasil tepung peranan sagu untuk mengisi kebutuhan pangan tidak diragukan lagi. Bahkan dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan yang tersedia dipasaran lokal dan regional.

"Dukungan terhadap penelitian dan pengembangan ini diberikan dalam bentuk pendanaan. Dalam tahap tahun berikutnya masih ada pendanaan lagi untuk pengembangan, kemudian untuk komersialisasi ke depannya seperti itu, supaya masyarakat yang disini seperti mentawai yang dulunya makan sagu jangan tergantung lagi dengan beras dikembalikan lagi ke sagu, kalau ini bisa diterima masyarakat luas ini bisa keluar dari mentawai untuk menggantikan atau diversifikasi pangan tadi," beber Sri.

Menurut Sri, tanaman sagu merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang penting kedudukannya sebagai bahan makanan sesudah padi,jagung, dan umbi-umbian.

Asal tahu saja nih, di Sumatera Barat, sagu dikenal dengan nama Rumbia. Tanaman ini mempunyai nilai penting karena merupakan tanaman pangan penghasil pati paling produktif. Pemerintah saat ini mencoba untuk mengubah pola pikir masyarakat yang pada umumnya menekankan makan nasi sebagai makanan pokok. (as)

 

Eciputra.com, Ciputraentrepreneurship.com , Ciputranews.com , Properti.net